Wanitaku,

Sudah boleh memanggilmu seperti itu? Sudah boleh menggenggam tanganmu tanpa harus merasa malu-malu didepan teman-temanmu? Sudah boleh meminta temu tanpa harus merasa ragu kalau-kalau kamu takkan setuju? Sudah boleh menjadikanmu pelengkap nafasku? Sudah boleh mengaku kalau aku terlalu luluh dengan segala gestur manismu? Sudah boleh mengedipkan mata atas peristiwa kemarin malam? Sudah boleh memintamu untuk memukul bahuku? Karena aku takut ini hanya bagian dari bunga tidur.

Aku pernah takut untuk memiliki lagi, karena tidak siap jika aku harus melepasnya terlalu dini. Tapi bukankah tidak pernah ada yang siap akan kehilangan? Bukankah tidak pernah ada yang meminta sebuah perpisahan? Jika padamu akhirnya hati ini dititipkan, aku berharap lebih dulu lulus untuk menjaga hatimu. Aku berharap lebih dulu bisa dipercaya saat duniamu penuh dengan kecewa. Aku berharap lebih kuat untuk menguatkanmu di hari-hari yang berat. Aku berharap bisa menjadi lelaki terbaik yang bisa menemanimu melewati hari-hari terburuk sekalipun. Aku berharap tetap akan menjadi seseorang yang kau cintai dengan cara-caramu yang sederhana. Aku berharap kita akan selalu seperti ini.

Kamu adalah jawaban dari ribuan hari aku melipat jemari, mengirimkan doa-doa kepada Tuhan. Kamu adalah hadiah yang dulu disembunyikan Tuhan saat aku lulus untuk merelakan orang-orang yang kucintai pergi. Kamu adalah sesuatu yang pernah kusangkal, pun tak kusangka-sangka adanya, namun kini terasa di dalam hati begitu kekal. Kamu tahu bahwa waktu akan selalu berputar, tapi semoga tak satupun rasa akan memudar. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dicintai oleh orang yang kita cintai, kan? Dan hari ini adalah saksi saat kebahagiaan itu berluap-luap terproduksi oleh hati, karena sesederhana itu kamu ada disini.

Pesanku hanya satu, jangan lupa berterima kasih kepada Tuhan karena kita telah dipertemukan dan dipersatukan Nya. Aku mencintaimu, wanitaku. Cintailah aku dengan sederhana, dengan caramu yang diluar logika, dengan ketulusan hatimu. Itu sudah lebih dari cukup.

Lelakimu

Iklan